Movie maker from Cah Ndeso
Akhir tahun 2008 lalu, aku mendapatkan anugerah indah dan tak terkira nilainya aku pikir.Aku mendapatkan sekolah gratis den pelajaran yang mulia pula. Sungguh, aku benar - benar sungguh dalam menggambarkan perasaan yang aku rasakan. Tak bermaksud melebih - lebihkan, kawan..Sungguh..
Mungkin ceritaku ini sederhana, tapi dari pengalaman ini banyak hal yang bisa menggugah dan memutar kembali mindset kita. Sungguh berbahaya memang, ketika kita sudah membangun sterotype dan mengambilnya dalam dalam dan kemudian harus menerima kenyataan bahwa hipotesis kita SALAH BESAR.
huum, kawan..Mungkin beberapa dari kalian menganut mahzab Learning by Doing atau belajar otodidak. Selamat!!karena itu bukan suatu kesalahan, justru ketika kita dalam proses pembelajaransemacam ini kita justru makin semangat dan kadang sampai tidak memikirkan resikonya.
Yah, daripada aku berbusa - busa mengekspresikan kepuasan batinku ini, so aku akan mengajak kalian untuk melihat dunia sesungguhnya.(hahahahahaha,,sok euy!!)
Kisah ini berawal dari ajakan sahabatku, Hardina primanda, untuk ikut aktif dalam mencerdaskan abak bangsa (ceritanya membantu pemerintah). Yah, aku ikut dalam suatu organisasi non pemerintah atau biasa dikenal dengan LSM. LSM ini bergerak di bidang pendampingan anak dan juga perempuan. SOS Kinderdorf Desa Taruna Yogyakarta. Yah, LSM yang berkator di daerah Jetis Yogya ini memiliki program bulanan. Setiap bulan ada tema - tema yang berbeda untuk pendampingan.Di bulan Desember 2008 itu tema yang diberikan oleh koordinator Mas eko namanya, adalah tentang sebuah karya. Dalam waktu sebulan itu anak - anak harus menghasilkan sebuah karya, apalah itu. Dan kemudian ketika tiba waktu pembagian tim pengajar, aku mendapat jatah mengajar di Desa Turus, Nanggulan kulon Progo. Yah, aku memilih desa ini karena lebih dekat dengan rumah.hehehehe...Yah sedikit oportunis lah,,padahal ada yang ke gunungkidul juga.hehehe...Nah, jadwal mengajarku dua kali dalam sebulan itu. aku kebagian jatah sub tema "siapa aku" dan karya.
Jujur ajah, waktu itu aku kelabakan juga, pertama kali ngajar dan belum kenal dengan anak didiknya. Katanya temen2 banyak yang nakal.Bsyettt!!! sumpah dua hari dua malam aku memikirkan konsep mengajarku dan properti apa yang musti aku bawa. Nah, dengan otak yang gak sengaja kestel komplit dan bening, so ide cemerlang pun datang secara tiba2. Yah,,buat FILM...hahahaha,,,sedikit bangga seh,,tapi kebanggaanku gak berlangsung lama karena tiba2 aku bingung, aku kan gak punya skill apa2 dengan proses pembuatan film. Yang akau punya hanya HAndycame dan modal nekat.hahaha,,mainin handy nya ajah juga masih "nunak-nunuk", tapi cukup ngerti seh soalanya habis di training "ehem-ehem".hehehe..
Nah, karena gak mau ne rencana di otak ku buyar, walhasil paginya aku sharing ma mbak Tata (koordinator SOS Yogya). Dia support abisss..aku PEDE deh...
# hari pertama#
Umm, sore itu sekitar pukul 15.00 WIB, aku melaju ke desa binaanku..hahaha sempet takjub juga, di perjalanan aku menikmati keindahan alam pegunungan yang menjulang bak hanya 500 m dari jalan.hahaha..melewati sungai, jembatan penyebrangan dua kabupaten (sleman-kulon progo) yang megah dan di pelosok kaki gunung itu, desa Turus berada. Ku standarkan motor, dan masuk kesubuah rumah ketua binaan ku..Rumah mas UUT..runah yang sederhana dengan dikelilingi alat2 produksi pertanian yang masih tradisional. Yah disanalah aku ditunggu kawan2 baruku.
15 menit pertama
hehehe,,konyol konyol...perkenalan konyol konyolan ...hahaha,,aku tetap memakai nama artisku "ucil" dan mereka tertawa..mengejek dan mengejek,,tapi tak apalah untuk mencairkan suasana harus butuh pengorbanan juga. hahahaah
akhirnya dari ketawa ketiwi itu,,aku langsung dapat ide..yah ide gila.
"oke kawan kawan, mari kita buat film..film pendek..tapi bermutu, tapi apa yah temanya", kembali lagi aku melemparkan ke forum, tak mau kelihatan kalu belum siap skenarionya. "ap a ya mbak, pokoknya yang asyik geboi mbak dan gak susah,,,kami siap wis"..wuaa melihat kesungguhan dan kesidaan mereka aku jadi makin mantap untuk meneruskan misi ini. sambil memutar- mutar bolpoint dan mencoret coret buku,,akhirnya "ahaaaa,,,aku punya ide", pastilah kawan pembaca lagi berimajinasi bentuk tubuh ku yang baru saja mendapat wangsit dari alam.hehe.mungkin seperti sinetron2 ditelivisi yang sanagt lebai memerankan adegan ini. tapi emang betul seh..hehehe. mau gimana lagi. "umm, mbak punya ide..gimana kalau tentang local wisdom desa Turus ajah??''..sontak donk mereka melongo dan seraya berkata "apaaaa ituuuu??"..ups aku lupa baru saja aku pakai bahasa alien yang aku dapatkan dari sekolah maha megah di kota Jogja. "umm sory, maksudku tentang apa ajah yang dipunya di desa ini, misal produksi tentang apa, hal hal tradisional apa yang amsih ada dan lain2"..."ooooo" mereka mengangguk mengerti tapi aku yakin mereka juga sedang berpikir kira kira pa ya..
dan jatuhlah tiga tema film yang berhasil kami diskusikan..
Mungkin ceritaku ini sederhana, tapi dari pengalaman ini banyak hal yang bisa menggugah dan memutar kembali mindset kita. Sungguh berbahaya memang, ketika kita sudah membangun sterotype dan mengambilnya dalam dalam dan kemudian harus menerima kenyataan bahwa hipotesis kita SALAH BESAR.
huum, kawan..Mungkin beberapa dari kalian menganut mahzab Learning by Doing atau belajar otodidak. Selamat!!karena itu bukan suatu kesalahan, justru ketika kita dalam proses pembelajaransemacam ini kita justru makin semangat dan kadang sampai tidak memikirkan resikonya.
Yah, daripada aku berbusa - busa mengekspresikan kepuasan batinku ini, so aku akan mengajak kalian untuk melihat dunia sesungguhnya.(hahahahahaha,,sok euy!!)
Kisah ini berawal dari ajakan sahabatku, Hardina primanda, untuk ikut aktif dalam mencerdaskan abak bangsa (ceritanya membantu pemerintah). Yah, aku ikut dalam suatu organisasi non pemerintah atau biasa dikenal dengan LSM. LSM ini bergerak di bidang pendampingan anak dan juga perempuan. SOS Kinderdorf Desa Taruna Yogyakarta. Yah, LSM yang berkator di daerah Jetis Yogya ini memiliki program bulanan. Setiap bulan ada tema - tema yang berbeda untuk pendampingan.Di bulan Desember 2008 itu tema yang diberikan oleh koordinator Mas eko namanya, adalah tentang sebuah karya. Dalam waktu sebulan itu anak - anak harus menghasilkan sebuah karya, apalah itu. Dan kemudian ketika tiba waktu pembagian tim pengajar, aku mendapat jatah mengajar di Desa Turus, Nanggulan kulon Progo. Yah, aku memilih desa ini karena lebih dekat dengan rumah.hehehehe...Yah sedikit oportunis lah,,padahal ada yang ke gunungkidul juga.hehehe...Nah, jadwal mengajarku dua kali dalam sebulan itu. aku kebagian jatah sub tema "siapa aku" dan karya.
Jujur ajah, waktu itu aku kelabakan juga, pertama kali ngajar dan belum kenal dengan anak didiknya. Katanya temen2 banyak yang nakal.Bsyettt!!! sumpah dua hari dua malam aku memikirkan konsep mengajarku dan properti apa yang musti aku bawa. Nah, dengan otak yang gak sengaja kestel komplit dan bening, so ide cemerlang pun datang secara tiba2. Yah,,buat FILM...hahahaha,,,sedikit bangga seh,,tapi kebanggaanku gak berlangsung lama karena tiba2 aku bingung, aku kan gak punya skill apa2 dengan proses pembuatan film. Yang akau punya hanya HAndycame dan modal nekat.hahaha,,mainin handy nya ajah juga masih "nunak-nunuk", tapi cukup ngerti seh soalanya habis di training "ehem-ehem".hehehe..
Nah, karena gak mau ne rencana di otak ku buyar, walhasil paginya aku sharing ma mbak Tata (koordinator SOS Yogya). Dia support abisss..aku PEDE deh...
# hari pertama#
Umm, sore itu sekitar pukul 15.00 WIB, aku melaju ke desa binaanku..hahaha sempet takjub juga, di perjalanan aku menikmati keindahan alam pegunungan yang menjulang bak hanya 500 m dari jalan.hahaha..melewati sungai, jembatan penyebrangan dua kabupaten (sleman-kulon progo) yang megah dan di pelosok kaki gunung itu, desa Turus berada. Ku standarkan motor, dan masuk kesubuah rumah ketua binaan ku..Rumah mas UUT..runah yang sederhana dengan dikelilingi alat2 produksi pertanian yang masih tradisional. Yah disanalah aku ditunggu kawan2 baruku.
15 menit pertama
hehehe,,konyol konyol...perkenalan konyol konyolan ...hahaha,,aku tetap memakai nama artisku "ucil" dan mereka tertawa..mengejek dan mengejek,,tapi tak apalah untuk mencairkan suasana harus butuh pengorbanan juga. hahahaah
akhirnya dari ketawa ketiwi itu,,aku langsung dapat ide..yah ide gila.
"oke kawan kawan, mari kita buat film..film pendek..tapi bermutu, tapi apa yah temanya", kembali lagi aku melemparkan ke forum, tak mau kelihatan kalu belum siap skenarionya. "ap a ya mbak, pokoknya yang asyik geboi mbak dan gak susah,,,kami siap wis"..wuaa melihat kesungguhan dan kesidaan mereka aku jadi makin mantap untuk meneruskan misi ini. sambil memutar- mutar bolpoint dan mencoret coret buku,,akhirnya "ahaaaa,,,aku punya ide", pastilah kawan pembaca lagi berimajinasi bentuk tubuh ku yang baru saja mendapat wangsit dari alam.hehe.mungkin seperti sinetron2 ditelivisi yang sanagt lebai memerankan adegan ini. tapi emang betul seh..hehehe. mau gimana lagi. "umm, mbak punya ide..gimana kalau tentang local wisdom desa Turus ajah??''..sontak donk mereka melongo dan seraya berkata "apaaaa ituuuu??"..ups aku lupa baru saja aku pakai bahasa alien yang aku dapatkan dari sekolah maha megah di kota Jogja. "umm sory, maksudku tentang apa ajah yang dipunya di desa ini, misal produksi tentang apa, hal hal tradisional apa yang amsih ada dan lain2"..."ooooo" mereka mengangguk mengerti tapi aku yakin mereka juga sedang berpikir kira kira pa ya..
dan jatuhlah tiga tema film yang berhasil kami diskusikan..
FILM 1 : Turus Penghasil Kakao dan Sawo
Film ini berlatar belakang tentang kekayaan alam yang sudah dipercayakan oleh Tuhan untuk tumbuh di lahan desa ini . YAh seperti kita tahu kakao merupakan buah yang diambil bijinya untuk menghasilkan kopi dan sawo tentu saja untuk buah.
Film ini berlatar belakang tentang kekayaan alam yang sudah dipercayakan oleh Tuhan untuk tumbuh di lahan desa ini . YAh seperti kita tahu kakao merupakan buah yang diambil bijinya untuk menghasilkan kopi dan sawo tentu saja untuk buah.
Penanggung jawab Produksi : Helga "ucil"
Sutradara : Nanang
Skenario : Nana
Kameramen : Buson (nama panggilan)
Aktor : Nana, intan, sri, mita, ita, dll pokoknya all crew Turus Becik
FILM 2 : Tarditional Games Film ini mengambil fenomena kehidupan asli anak2 desa Turus yang masih menjunjung tinggi kebudayaan lokal. Permainan tradisional seperti Ular naga, Engklek, Do Mi Ka Do, Dodokan masih sering dilakukan. Yah meskipun mereka juga mengenal PS tapi kata mereka ini bisa menjalin persuadaraan..heheehe FILM 3 LAYANAN MASYARAKAT TERTIB LALU LINTAS yah, film ini murni ide dari anak2 desa Turus. Mereka sangat kreatif, bagaimana tidak. Mereka rata2 masih SD-SMP, secara otomatis mereka belum mempunyai SIM atau bahkan belum bisa mengendarai motor,meskipun sudah ada beberapa seh. Baiklah, karena modal dan properti kami ga memungkinkan menghadirkan motor sungguhan, akhirnya kami memutar otak kendaraan apa yang musti dipakai..yaaa selang bebera menit tercetus ide utnuk mengendarai sepeda ontel.hahaha..tapi dengan perlatan safety lengkap seperti helm, sepatu, kaos tangan, jaket dan SIM serta STNK. (untuk SIM STNK pinjem punyaku)...
Sutradara : Nanang
Skenario : Nana
Kameramen : Buson (nama panggilan)
Aktor : Nana, intan, sri, mita, ita, dll pokoknya all crew Turus Becik
FILM 2 : Tarditional Games Film ini mengambil fenomena kehidupan asli anak2 desa Turus yang masih menjunjung tinggi kebudayaan lokal. Permainan tradisional seperti Ular naga, Engklek, Do Mi Ka Do, Dodokan masih sering dilakukan. Yah meskipun mereka juga mengenal PS tapi kata mereka ini bisa menjalin persuadaraan..heheehe FILM 3 LAYANAN MASYARAKAT TERTIB LALU LINTAS yah, film ini murni ide dari anak2 desa Turus. Mereka sangat kreatif, bagaimana tidak. Mereka rata2 masih SD-SMP, secara otomatis mereka belum mempunyai SIM atau bahkan belum bisa mengendarai motor,meskipun sudah ada beberapa seh. Baiklah, karena modal dan properti kami ga memungkinkan menghadirkan motor sungguhan, akhirnya kami memutar otak kendaraan apa yang musti dipakai..yaaa selang bebera menit tercetus ide utnuk mengendarai sepeda ontel.hahaha..tapi dengan perlatan safety lengkap seperti helm, sepatu, kaos tangan, jaket dan SIM serta STNK. (untuk SIM STNK pinjem punyaku)...
Oke,,dari proses pembuatan film ini banyak nilai yang bisa dipetik terutama buat kepuasan batinku: 1. Buang sterotype bahwa cah ndeso itu "ndeso"..KArena dari sana ternyata aku menemukan anak2 desa yang PEDE, Jiwa sosial tinggi, Kreatif, progresif,energik. Hanya dalam waktu tidak lebih dari sejam, banyak ide yang dihasilkan.salutttttttttt 2. Menjaga local wisdom...meskipun teknologi sudah maju, tapi pemikiran dan kebiasaan mereka tidak tergerus oleh jaman. COntohnya : alat2 produksi pertanian mereka masih tradisioanl.oia juga budaya mereka tentang syukuran bagi2 es cendol dan berkat untuk kelahiran sapi. 3. DAn yang terpenting hidup akan lebih indak jika kita bermanfaat untuk yang lain... Oia, film sederhana ini pernah diputar di hotel Hyatt Yogyakarta. Dikarenakan proses uploading video yang lama, jadi lain kali saya up load lagi supaya pembaca bisa juga menikmati.... ___sebaik -baiknya manusia adalah yang bermanfaat buat orang lain_______
Tidak ada komentar:
Posting Komentar